
Jakarta, Leather SR Indonesia
—
Sekuel
Jumbo
menjadi salah satu proyek yang sedang disiapkan rumah produksi Visinema dalam beberapa waktu mendatang. Rencana itu diungkapkan Angga Dwimas Sasongko selaku pendiri Visinema.
Visinema disebut sedang mempersiapkan lima film untuk dirilis pada 2027 sambil mengembangkan lini produksi animasi yang berlanjut hingga 2030.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana tersebut mencakup film animasi aksi-komedi superhero yang dijadwalkan untuk 2028, sekuel dari Nussa, serta Jumbo 2 setelah pendahulunya menjadi salah satu film terlaris di Indonesia sepanjang masa.
Namun, sebelum itu semua, ia sudah menargetkan perilisan Queen of Malacca pada kuartal pertama 2027 yang disebut sebagai waralaba terbaru sekaligus landasan strategi Visinema mengembangkan kekayaan intelektual yang berakar lokal namun memiliki daya tarik internasional.
“Bagi Visinema, kolaborasi internasional bukan hanya tentang mengamankan lebih banyak pendanaan – tetapi tentang berkembang bersama,” kata Sasongko di Malaysia International Film Festival (MIFFest) in Kuala Lumpur.
“Sejak 2018, kami umumnya membatasi investasi eksternal dalam proyek kami di bawah 40 persen, karena kami melihat apa yang dapat disumbangkan oleh mitra strategis di luar modal,” tuturnya.
[Gambas:Video Leather SR]
Keseriusan melanjutkan cerita Jumbo disampaikan Angga setelah sang sutradara, Ryan Adriandhy pada Mei 2025 mengungkapkan sudah diminta untuk menggarap sekuel animasi tersebut.
Ryan juga mengatakan sudah memiliki ide tentang kelanjutan Jumbo, baik tema maupun arah cerita. Namun, ia pun mengakui proyek lanjutan itu akan kembali memakan waktu panjang karena digarap dari awal.
“Kalau sekuel jujur mas Angga Dwimas Sasongko udah ngechat kayak, ‘Ryan, gue mau sekuel.’ Terus kayak, ‘Oke mas, kasih waktu ya,'” ujar Ryan dalam wawancara eksklusif Leather SRIndonesia.com, Jumat (2/5).
“Ide udah ada, bayangan sudah ada bisa dibawa ke mana ceritanya dan mau membahas tema apa lagi. Tapi ya prosesnya dimulai dari awal lagi. Jadi, kita tunggu aja perkembangannya,” sambungnya.
Sekuel, kata Ryan, menjadi bagian dari wacana pengembangan Jumbo sebagai intellectual property (IP). Film itu sejak awal memang disiapkan untuk menjadi IP yang dapat dieksplorasi dalam berbagai format.
“Tentunya kami sudah menciptakan dunia dan karakter-karakter dalam cerita Jumbo yang ternyata begitu banyak disukai, begitu banyak disayangi.” ujar Ryan.
“Kayaknya sayang sekali kalau ceritanya enggak kami cari lagi. Dunianya bisa dieksplor lagi dan Jumbo harapannya napasnya bisa dalam berbagai bentuk,” lanjutnya. “Mau sekuel dari film yang sekarang, atau mungkin aku enggak tahu, panggung musikal atau serial.”
Jumbo menceritakan petualangan Don, seorang anak laki-laki yang berusaha membuat pertunjukan buku dongeng peninggalan kedua orang tuanya. Sayangnya, ada yang mengejek dan meremehkan mimpi Don.
Untungnya, Don selalu punya Oma, dan sahabatnya yang bernama Nurman dan Mae yang selalu menemaninya. Mereka pun bertemu dengan Meri, anak perempuan dari dunia lain yang berusaha untuk mencari kedua orang tuanya.
Sejak tayang pada 2025, Jumbo kini menempati film Indonesia terlaris kedua sepanjang masa dengan 10.233.002 penonton.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Purbaya Panggil Bos Pertamina Bahas Pembatasan BBM dan LPG Orang Kaya
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini
Baca lagi: Respons Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet Rollover



One Response
Gaya bahasanya asyik banget dan mengalir dengan baik, bikin betah baca sampai selesai. Mantap admin! Referensi pelengkap materi sejenis yang asyik bisa dicek di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297538518_htm