
Jakarta, Leather SR Indonesia
—
Juminten Edan
merupakan film horor thriller Indonesia terbaru. Film ini mengisahkan Juminten, sosok perempuan tunawicara yang diperankan oleh Meisya Amira.
Film ini mengangkat tema trauma psikologis saat Juminten secara misterius mulai bersikap tak wajar dan meneror keluarganya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sinopsis Juminten Edan
Manto (Dimas Aditya) diminta oleh sang ibu, Salma (Anne J. Coto), kembali ke kampung halaman dan meneruskan usaha pembuatan garam milik keluarganya. Manto pun mengajak istrinya, Juminten (Meisya Amira), serta putri mereka, Saskia (Sharon Jovian).
Sesampainya di kampung, Juminten yang merupakan penyandang disabilitas wicara mulai mengalami gangguan mistis. Ia perlahan menunjukkan perilaku tak wajar, baik saat sadar maupun tidak.
Dalam beberapa kesempatan, Juminten bahkan berusaha mencelakai suami, anak, hingga anggota keluarga lainnya.
Di tengah teror yang semakin mencekam, muncul dugaan bahwa kondisi Juminten dipicu oleh trauma kelam di masa lalunya. Ancaman itu tak hanya membahayakan keluarganya, tetapi juga keselamatan seluruh warga kampung.
Kesulitan Juminten berkomunikasi dengan ibu mertuanya maupun paman, Marlan (Kukuh Prasetyo), membuat kondisinya disalahartikan sebagai gangguan jiwa.
Demi menghentikan teror yang terus berlanjut, keluarga akhirnya meminta bantuan dukun Kadir (Deden Bagaskara) untuk mengobati Juminten. Namun, kondisi Juminten tak kunjung membaik.
Warga desa yang diliputi ketakutan akhirnya memutuskan untuk memasung Juminten. Pada saat yang sama, keluarga Manto terus meyakinkannya bahwa Juminten telah edan dan membahayakan banyak orang.
Namun, Manto percaya bahwa sosok yang melakukan berbagai teror tersebut bukanlah Juminten, melainkan entitas gaib yang merasuki tubuh istrinya.
Film Juminten Edan disutradarai oleh Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh dengan Alim Sudio sebagai penulis naskah. Film ini diberi rating D17 untuk penonton usia 17 tahun ke atas.
Juminten Edan dibintangi Meisya Amira, Dimas Aditya, Anne J. Coto, Sharon Jovian, Kukuh Prasetya, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, dan Teguh Julianto.
Juminten Edan tayang 23 Juli 2026 di bioskop Indonesia.
[Gambas:Youtube]
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Leather SR]
Baca lagi: Indonesia Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Kuliner Dunia 2026
Baca lagi: Zulhas Sebut Penyaluran Bansos di Koperasi Merah Putih Mulai September
Baca lagi: Cara Siapkan Investasi untuk Dana Pendidikan Anak Sejak Dini




3 Responses
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297603644_htm ini lumayan oke buat dicek.
Gaya penulisan yang santai tapi isinya berbobot banget, enak dibaca sampai selesai. Top cer min! Bagi yang sedang mencari bacaan pelengkap topik ini, bisa meluncur juga ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297564854_htm
Penulisannya rapi dan penjelasannya terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Keren abis! Kemarin saya juga sempet mampir ke laman https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320048137_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320037475_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320621873_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297567192_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297304202_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297053496_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320393566_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320724902_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297066600_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320075942_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297128816_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320334595_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296986885_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297549308_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296909636_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320363935_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297060043_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320199861_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297045710_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320192784_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320229346_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320101226_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320745920_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297547815_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297078457_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297414761_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320091094_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320538213_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320207133_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297619480_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297510006_htm yang mengulas hal serupa.