
Daftar Isi
Berikut 5 hal yang mesti diketahui sebelum tonton The Odyssey.
Adaptasi epos klasik karya Homer
Kehadiran makhluk mitologi
Bukan film perang
Perlu baca bukunya dulu?
Kamera film IMAX
Jakarta, Leather SR Indonesia
—
Christopher Nolan
kembali dengan proyek terbarunya,
The Odyssey
, ke layar lebar setelah sukses dengan Oppenheimer. The Odyssey merupakan film adaptasi epos Yunani kuno, The Odyssey karya Homer.
The Odyssey akan mengambil latar setelah Perang Troya selesai sehingga fokus menceritakan Raja Ithaca, Odysseus (Matt Damon) berjuang menempuh perjalanan berbahaya selama 10 tahun untuk pulang ke Yunani Kuno.
Hal itu ia lakukan demi bersatu kembali dengan sang istri, Penelope (Anne Hathaway), dan putranya, Telemachus (Tom Holland), setelah berakhirnya Perang Troya.
Berikut 5 hal yang mesti diketahui sebelum tonton The Odyssey.
Adaptasi epos klasik karya Homer
The Odyssey merupakan adaptasi dari puisi epik Yunani kuno karya Homer yang telah berusia lebih dari 2.700 tahun. Kisah ini melanjutkan peristiwa setelah Perang Troya yang diceritakan dalam The Iliad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan The Iliad yang berfokus pada peperangan, The Odyssey mengikuti perjalanan panjang Odysseus, raja Ithaca untuk pulang setelah perang berakhir.
[Gambas:Video Leather SR]
Kehadiran makhluk mitologi
Berangkat dari epos Yunani kuno, The Odyssey karya Christopher Nolan menampilkan banyak unsur mitologi Yunani, seperti Cyclops bermata satu, Siren, penyihir Circe, nimfa Kalipso, hingga dewa laut Poseidon yang menjadi musuh utama Odysseus.
Sementara itu, Dewi Athena yang diperankan Zendaya kerap membimbing dan melindungi Odysseus sepanjang perjalanan.
Bukan film perang
Trailer The Odyssey dibuka dengan sejumlah adegan Perang Troya. Namun, film ini bukan hanya berfokus pada peperangan tersebut.
Perang hanya menjadi titik awal dari kisah utama, yakni perjalanan panjang Odysseus untuk kembali ke Ithaca setelah bertahun-tahun berpisah dari keluarganya.
Film ini mengikuti perjuangan Odysseus menempuh perjalanan pulang selama 10 tahun demi bertemu kembali dengan istri dan putranya.
Di tengah ancaman para dewa dan makhluk mitologi, cerita berkembang menjadi perjalanan emosional tentang kesetiaan, pengorbanan, dan harapan.
Perlu baca bukunya dulu?
Penonton tidak harus membaca epos The Odyssey atau The Iliad karya Homer untuk mengikuti cerita versi adaptasi film.
Mengetahui latar Perang Troya dan siapa Odysseus sudah cukup sebagai bekal sebelum menonton adaptasi Christopher Nolan.
Film ini tidak mengorbankan bobot cerita aslinya, tetapi juga tidak dibuat rumit hingga sulit dipahami, sehingga penonton yang belum akrab dengan epos karya Homer pun tetap bisa menikmati alurnya.
Kamera film IMAX
The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan adalah film pertama dalam sejarah perfilman yang direkam 100 persen atau setiap frame-nya menggunakan kamera film IMAX.
IMAX bekerja sama dengan Nolan dan seluruh tim untuk menciptakan sistem cermin yang memungkinkan kamera menangkap wajah para aktor dari sudut yang jauh lebih dekat.
Nolan kemudian menjelaskan yang membedakan film IMAX adalah dalah format pencitraan berkualitas tertinggi yang pernah dirancang karena resolusinya tinggi yang hingga tiga kali lebih tinggi daripada kamera digital.
“Tidak ada yang dapat menyainginya,” kata Nolan.
Seiring teknologi itu, sutradara peraih Oscar tersebut juga tetap membawa ciri khasnya dalam The Odyssey lewat narasi yang kompleks dan berlapis. Namun, kali ini penyampaiannya terasa lebih modern dan lebih mudah diikuti.
Meski diadaptasi dari epos Yunani kuno, The Odyssey tidak menggunakan dialog yang bergaya klasik. Nolan justru memilih bahasa Inggris modern agar cerita terasa lebih dekat dengan penonton masa kini.
“Saya ingin menghadirkan narasi yang membumi. Bagi saya, itu adalah pilihan yang sangat jelas,” kata Nolan seperti diberitakan Variety.
“Saya ingin menggunakan bahasa yang menyentuh emosi penonton, bukan hanya terdengar intelektual.”
The Odyssey tayang pada 15 Juli 2026 di bioskop Indonesia.
[Gambas:Youtube]
(van/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Jeritan Krisis Air Bersih saat Pulau Jawa Mulai Meranggas
Baca lagi: Apa itu ‘Las Malvinas’ yang Diungkit Argentina usai Tekuk Inggris?
Baca lagi: FOTO: Flash Mob Para Penari di Pasar Baru




17 Responses
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=285391 yaa.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://blog.aladin.co.kr/autonomist/category/25849?CommunityType=MyPaper&page=4&cnt=43 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Struktur kalimat yang Anda bangun memiliki ritme yang sangat pas, seimbang antara pemaparan data yang padat dengan refleksi batin yang mendalam. https://teknokrat.ac.id/atlet-panahan-pts-terbaik-sumatera-universitas-teknokrat-indonesia-juara-nasional/
Penjelasan yang sangat bermanfaat dan mudah dicerna. Saya juga merekomendasikan bacaan di https://www.setlist.fm/setlists/jon-wayne-and-the-pain-13db419d.html biar pemahamannya makin lengkap dan menyeluruh.
Definisi tulisan yang “daging semua”. Sangat merekomendasikan artikel ini untuk siapa saja yang butuh panduan praktis perbaikan diri tanpa ribet. https://letitia-dean-weight-loss-gummies-uk.webflow.io/
Tulisan ini berhasil memecah keraguan saya. Petunjuk penerapannya ditulis dengan sangat detail, seolah-olah penulis sedang berdiri di samping saya untuk mengarahkan tindakan harian saya. https://www.dibiz.com/waynegretzkycbdgummiescanadareviews
Artikel ini tidak membuang waktu pembacanya. Isinya padat, strukturnya minimalis, dan tips praktisnya langsung menusuk ke inti masalah harian. https://www.dibiz.com/mach5ketogummiesreviews-1
Artikel ini mengubah cara pandang saya tentang istirahat dan produktivitas. Ilmunya sangat ilmiah namun dikemas menjadi tips harian yang sangat ramah untuk fisik dan pikiran. https://www.dibiz.com/dedaxep512
Artikel yang luar biasa fungsional! Menjelaskan ilmu psikologi fokus dengan sangat sederhana, lengkap dengan cara menerapkannya saat menggunakan komputer atau ponsel sehari-hari. https://secure2.websrvcs.com/System/Media/Play.asp?id=30216&key=27618D20-7791-4323-9AF3-9EC946D2A847
Sebuah tulisan yang sangat membumi untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga. Banyak contoh praktis yang bisa langsung dipraktikkan bersama pasangan atau anak di rumah. https://eridan.websrvcs.com/System/Media/play.asp?id=30216&key=0D5B0520-C495-4259-8AB5-A8F76D62EBC0
Artikel ini menjawab rasa penasaran saya mengenai topik yang sedang hangat ini. Keren abis! Tambahan informasi berharga juga bisa diakses melalui tautan https://www.dibiz.com/hardxcbdgummiesresultsus
Gaya penulisannya asyik banget, isinya padat dan gak bertele-tele. Mantap abis. Buat teman-teman yang nyari bacaan pelengkap topik ini, coba cek https://teknokrat.ac.id/universitas-teknokrat-indonesia-kampus-terbaik-di-lampung-salurkan-14-ton-beras-dan-bantuan-pangan-ke-panti-asuhan-harapan-karomah/
Insight yang luar biasa dari penulis, benar-benar membuka sudut pandang baru bagi pembaca. Top cer min. Buat teman-teman yang sedang mencari bacaan pendukung, bisa mampir ke https://www.siteprice.org/competitors/powerpressurecooker.com
Data yang disajikan sangat akurat dan kontekstual dengan apa yang lagi saya cari belakangan ini. Top cer! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis dengan pembahasan mendetail di https://seminars.unj.ac.id/iscet2022/?p=28263
Suka banget sama gaya bahasanya yang mengalir dan gampang dicerna. Top cer banget min! Sekadar nambahin referensi bacaan untuk memperluas pemahaman, silakan mampir ke https://old.anthrowiki.at/George_Henry_Felt
Ulasan yang sangat komprehensif dan menjawab pertanyaan saya selama ini. Sukses terus ya min! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, ada tulisan bagus di https://modernfarmer.com/2013/10/rise-rural-tv/
Terima kasih buat pencerahannya hari ini. Artikelnya ngebantu banget buat nambah pemahaman saya. Saya sempat baca bahasan sejenis dengan pembahasan mendetail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320060951_htm